16-17 Juli 2026
Poster Dokumentasi Kerja Sukarela sebagai Divisi Keamanan di Illuminar Faire 3.0
Dibuat oleh Riza pada 21 Juli 2026
Illuminar Faire 3.0 adalah festival bertema medieval fantasy dan renaissance faire pertama di Indonesia yang diadakan pada 18–19 Juli 2026 di Paku Haji 50 (PH50), Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Acara ini mengajak pengunjung mengenakan kostum bertema fantasi/sejarah untuk mengikuti petualangan, quest, parade, dan pertunjukan langsung.
Ada yang bilang, cara terbaik untuk belajar adalah dengan terjun langsung ke medannya. Bagi saya, keputusan untuk menjadi volunteer di Illuminar Faire 3.0: The Lost Grimoire of Erdem adalah salah satu "terjun langsung" paling berkesan yang pernah saya lakukan.
Diundang oleh teman-teman, Ardra dan Rehan Null, saya masuk ke sebuah proyek raksasa yang mengubah lahan seluas 3 hektar di Pakuhaji 50, Bandung, menjadi sebuah kerajaan fantasi abad pertengahan. Bukan cuma sekadar datang dan membantu, saya dan 14 orang lainnya diamanahi sebagai Divisi Keamanan (Security), atau dalam bahasa lore-nya, Seed Wardens - penjaga benih, penjaga perdamaian kerajaan.
Berbekal semangat, tabard hitam, dan senjata (yang sudah di-LARP-kan, tentu saja), saya menyelami dunia Illuminar.
Di balik gemerlap kostum dan riuhnya pengunjung, ada koordinasi yang intens. Sebagai bagian dari tim keamanan, tugas saya bersama rekan-rekan sangat beragam:
Kami dibagi ke beberapa sektor. Saya bertugas di area G, yang merupakan titik penginapan bagi pengunjung VIP & VVIP. Ini adalah tempat di sifatnya semi-role-play demi melancarkan rasa nyaman dan aman. Saya bertanggung jawab memastikan area damai dan tentram, berjalan lancar, proses dan tentu saja, menyambut tamu dengan senyuman - atau dengan tatapan tajam ala penjaga gerbang kerajaan.
Kami adalah mata dan telinga acara. Kami berpatroli, memastikan tidak ada yang berduel ilegal di hutan terlarang, mengawasi area sekitar panggung, dan memastikan area "smoking" yang sudah ditentukan terkendali.
Ini yang paling krusial. Komunikasi dilakukan lewat grup WhatsApp dan handy-talky (HT). Dari laporan "gerbang logistik" sampai permintaan bantuan di "area tenant", semua mengalir cepat. Saya bahkan sempat meminta pindah area untuk sementara supaya jaringan internet lebih bagus karena harus ikut online meeting sidang proposal kuliah - multitasking level dewa!
Sebagai penjaga tempat penginapan, saya sering menjadi orang pertama yang dihubungi pengunjung mau itu di dalam atau di luar Villa, mulai dari pertanyaan "Arah ke toilet mana ya?" sampai komplain tentang "pengunjung lain yang menggunakan perisai tidak senonoh". Kami belajar untuk jadi pemecah masalah yang tangguh dan diplomatis sekaligus.
Tugas keamanan juga ternyata termasuk "nyalain api unggun" (sebagai mantan Pramuka, ilmu ini langsung berguna!) dan membantu parkir kendaraan para tenant. Intinya, siap sedia untuk apapun.
Cerita terbaik dari semua ini adalah tim. Grup WhatsApp divisi keamanan adalah bukti nyata bahwa kerja keras dan kekompakan bisa berjalan beriringan. Mulai dari saling mengingatkan untuk mengisi formulir pendataan, berbagi denah lokasi, hingga briefing dadakan di Discord atau GMeet, kami selalu terhubung.
Ada kalanya kami harus melucuti pedang yang dibawa sembarangan, menertibkan spanduk, atau beradu argumen ringan soal pembagian shift lewat chat. Ada lelucon, ada bahan evaluasi, ada tawa, dan ada juga rasa haru saat acara usai. Ketika Faiz, PIC kami, mengucapkan terima kasih dan pamit, saya menyadari kami bukan cuma rekan kerja, tapi sudah seperti kawan - sebuah "regu penjaga" yang solid.
Memori yang tertanam itu ketika ada pengunjung yang memakai kostum "perisai bergambar tidak senonoh" dan kami harus bertindak. Atau momen di mana saya harus izin meeting kuliah di sela-sela tugas. Atau obrolan tawa tentang "Kopo" dan "Kircon" yang menjadi inside joke di grup.
Saya pulang dengan badan yang pegal, kaki yang melayang karena berdiri seharian, dan hati yang penuh. Saya telah menjadi bagian dari sebuah cerita besar. Illuminar Faire 3.0 mengajarkan bahwa seorang volunteer bukanlah "orang yang cuma datang dan membantu", melainkan adalah seorang pemain kunci yang menghidupkan sebuah dunia.
Pengalaman ini adalah salah satu yang akan saya kenang dan menjadi fondasi untuk langkah saya selanjutnya di dunia profesional.
Ikut serta dalam Illuminar Faire 3.0 bukan hanya soal menambah baris di CV. Ini adalah laboratorium hidup bagi saya, seorang mahasiswa komunikasi. Saya belajar:
Bagaimana koordinasi dan informasi bergerak dalam organisasi besar dalam waktu singkat.
Menangani keluhan, mengatur antrian, dan menjaga ketertiban di tengah ribuan orang.
Melihat langsung bagaimana sebuah event kompleks dijalankan, dari frontliner, ticketing, sampai game master. Ini adalah panggung megah dari kerja tim yang terkoordinasi.
Belajar menjadi bagian dari tim, mengikuti arahan, dan bahkan mengambil inisiatif ketika dibutuhkan.