13 Juli 2026
PEKSIMIDA (Pekan Seni Mahasiswa Daerah) Jawa Barat merupakan ajang kompetisi seni tahunan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat untuk berkompetisi dalam berbagai cabang seni, mulai dari baca puisi, desain poster, fotografi, lukis, menyanyi, tari, hingga penulisan cerpen dan komik strip.
Saya, Riza, berkesempatan mewakili Universitas Islam Bandung sebagai delegasi resmi di cabang Komik Strip berdasarkan Surat Rekomendasi Nomor 0533/M.15/BKA-k/VI/2026 yang dikeluarkan oleh Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan UNISBA.
Karya yang dilombakan berjudul "Etika Ber-Medsos", sebuah komik strip dua halaman yang mengangkat tema Empati: Bagaimana Menyapa Sosok dan Dunia yang Hadir di Layar.
Komik ini menyampaikan pesan tentang pentingnya etika dan moral dalam penggunaan media sosial di era digital. Dengan gaya ilustrasi yang khas dan narasi yang lugas, komik strip ini mengajak pembaca untuk:
Berbicara yang baik di ruang digital.
Berkompetisi dengan sehat, bukan saling menjatuhkan.
Berdebat, bukan bertengkar – menghindari serangan pribadi (cth. ad hominem).
Mengecek fakta informasi sebelum menyebarluaskan.
Mengunggah konten positif yang bermanfaat bagi orang lain.
Saling mengingatkan dengan cara yang santun.
Komik ini juga menekankan pentingnya kondisi mental yang sehat sebelum berinteraksi di media sosial, serta mengingatkan agar pengguna tidak menggunakan akun untuk hal-hal yang tidak senonoh.
Partisipasi saya dalam kompetisi ini bermula dari tawaran yang disampaikan oleh Ibu Liza, petugas dari bagian Kemahasiswaan UNISBA, melalui pesan WhatsApp. Ibu Liza mendapatkan rekomendasi penulis dari Thoriq Akbar, seorang komikus yang juga memiliki karya orisinal yang diterbitkan di lingkungan UNISBA. Thoriq Akbar dapat dijumpai portofolionya melalui tautan berikut: https://www.behance.net/gallery/234722289/All-portofolio.
Adapun proses pelaksanaan lomba adalah sebagai berikut:
Pendaftaran dan Informasi Awal: Tema lomba tidak diberitahukan kepada peserta sebelum hari pelaksanaan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena seluruh proses kreatif harus dilakukan secara spontan di tempat.
Hari Pelaksanaan: Lomba dilaksanakan di Bale Rucita, Universitas Padjadjaran (UNPAD) Jatinangor. Penulis tiba di lokasi pada pukul 08.00 WIB setelah berkumpul terlebih dahulu di depan LPPM UNISBA dan berangkat bersama Ibu Liza, Ketua Kemahasiswaan UNISBA, serta dua peserta lomba lainnya (cabang poster digital dan lukis). Perjalanan dari Bandung menuju Jatinangor memakan waktu sekitar satu jam.
Durasi Pengerjaan: Peserta diberikan waktu 8 jam untuk menyelesaikan karya komik strip di tempat. Selama proses pengerjaan, saya bahkan menyempatkan diri untuk beristirahat dan melakukan peregangan tubuh pada jam 10.00-11.00 WIB di luar ruangan.
Fasilitas: Sayangnya panitia dari UNPAD tidak menyediakan makanan atau minuman bagi peserta. Saya dan peserta UNISBA lainnya mendapatkan jamuan makan dari pihak Kemahasiswaan UNISBA yang turut mendampingi.
Perjalanan Pulang: Setelah lomba selesai, saya dan rombongan kembali ke Bandung dengan singgah terlebih dulu di Masjid Istiqomah Bandung untuk melaksanakan salat dan makan malam.
Beberapa hari setelah pelaksanaan lomba, saya dihubungi dan diinformasikan melewati YouTube Livestream Universitas SIliwangi bahwa karya yang dikirimkan berhasil meraih Juara 3 pada cabang Komik Strip PEKSIMIDA Jawa Barat 2026.
Penghargaan berupa piala diserahkan pada acara puncak yang diselenggarakan di Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Sayangnya, saya tidak dapat hadir secara langsung pada saat penyerahan karena sedang dalam kondisi sakit.
Sebagai bentuk apresiasi tambahan, UNISBA memberikan insentif finansial kepada penulis pada bulan September 2026 sebagai rasa terima kasih atas pencapaian dan representasi institusi di ajang kompetisi tingkat provinsi. Saat ini, saya masih dalam proses koordinasi dengan Ibu Liza dan Bapak Jaka (Ketua Kemahasiswaan UNISBA) terkait teknis pencairan insentif tersebut.
Pengalaman mengikuti PEKSIMIDA JABAR 2026 memberikan pelajaran berharga bagi penulis:
Kesiapan dan Spontanitas: Kemampuan untuk menghasilkan karya berkualitas dalam waktu terbatas dan tanpa persiapan tema sebelumnya mengasah insting kreatif dan keterampilan teknis.
Kolaborasi dan Dukungan Institusi: Dukungan penuh dari Kemahasiswaan UNISBA, mulai dari transportasi, pendampingan, hingga konsumsi, menunjukkan bahwa institusi menghargai dan mendukung pengembangan bakat mahasiswanya.
Pengakuan atas Karya: Meraih juara di tingkat provinsi membuktikan bahwa karya komik strip yang mengusung nilai-nilai edukasi dan etika dapat diapresiasi secara luas.
Koneksi dan Jaringan: Kompetisi ini membuka peluang untuk bertemu dengan seniman dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat.